Selasa, 31 Juli 2012

SHALAT HAJAT

SHALAT HAJAT

Shalat Hajat  adalah Shalat Sunnat dua raka’at seperti Shalat –shalat sunnat lainnya. Di awali dengan Takbiratul Ihram dan di akhiri dengan salam. Bacaan pada      :
Raka’at Pertama sesudah membaca Surat Al-Fatihah 1 kali membaca Surat al-Kafirun sebanyak  10 X dan pada Raka’at kedua sesudah membaca Surat Al-Fatihah 1 kali membaca Surat Al-Ikhlas sebanyak 10 X . Setelah Shalat selesai lalu sujud seperti sujud pada shalat.

Bacaan dalam sujud :

1.      Membaca Shalawat sebanyak 10 kali   
     
                          صَلَّ اللهُ عَليٰ مُحَمَّد          
2.      Membaca Tasbih sebanyak 10 kali 
 
                         سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ للهِ وَلاَ اِلٰهَ اِلاَّ اللهُ وَاللهُ اَكْبَرُ 
                  
                        وَلاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ اِلاَّ بِاللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ

3.      Membaca Do’a Sapu Jagat / jagad sebanyak 10 kali

رَبَّنَا اٰتِنَا فِي الْدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْاٰخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَبَ الْنَّارِ

Setelah itu, masih dalam keadaan sujud minta kepada Allah SWT apa hajatnya.

Di nukil dari kitab ad-Dairobbi

Selasa, 17 Juli 2012

METODOLOGI PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA (PAIKEM)


METODOLOGI PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA
(PAIKEM)

A.           Pendahuluan

Mengajar bukan hanya  menyampaikan materi pelajaran, akan tetapi mengajar merupakan suatu proses mengubah perilaku siswa sesuai dengan tujuan yang diharapkan. Oleh sebab itu, dalam proses mengajar terdapat kegiatan membimbing siswa agar siswa berkembang sesuai dengan tugas-tugas perkembangannya, melatih keterampilan baik keterampilan intelektual maupun keterampilan motorik sehingga siswa dapat dan berani hidup di masyarakat yang cepat berubah dan penuh persaingan, memotivasi siswa agar mereka dapat memecahkan berbagai persoalan hidup dalam masyarakat yang penuh tantangan dan rintangan, membentuk siswa yang memiliki kemampuan inovatif dan kreatif, dan lain sebagainya.
Oleh karena itu, seorang guru perlu memiliki kemampuan merancang dan mengimplementasikan berbagai strategi pembelajaran yang dianggap cocok dengan minat dan bakat serta sesuai dengan taraf perkembangan siswa. Guru merupakan pekerjaan profesional yang membutuhkan kemampuan khusus hasil proses pendidikan yang dilaksanakan oleh lembaga pendidikan keguruan (James M. Cooper, 1990: 26).   
Berdasarkan uraian di atas, berarti pembelajaran merupakan suatu proses yang kompleks dan melibatkan berbagai aspek yang saling berkaitan. Oleh karena itu, untuk menciptakan pembelajaran yang aktif, inovatif, kreatif, dan menyenangkan (PAIKEM) diperlukan berbagai keterampilan. Keterampilan tersebut, di antaranya adalah keterampilan membelajarkan atau keterampilan mengajar. Keterampilan mengajar merupakan kompetensi professional yang cukup kompleks.   


B.           Pengertian Strategi, Metode, Pendekatan, dan Teknik    Pembelajaran
Dalam dunia pendidikan, strategi diartikan sebagai perencanaan yang berisi tentang rangkaian kegiatan yang didesain untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu (J.R. David, 1976). Berati strategi digunakan untuk memperoleh kesuksesan atau keberhasilan dalam mencapai tujuan. Oleh sesbab itu, sebelum menentukan strategi, perlu dirumuskan tujuan yang jelas yang dapat diukur keberhasilannya.
Kemp (1995) menjelaskan bahwa strategi pembelajaran adalah suatu kegiatan pembelajaran yang harus dikerjakan guru dan siswa agar tujuan pembelajaran dapat dicapai secara efektif dan efisien. Dick dan Carey (1985) juga menjelaskan bahwa strategi pembelajaran itu adalah suatu set materi dan prosedur pembelajaran yang digunakan secara bersama-sama untuk menimbulkan hasil belajar pada siswa.
Bagaimana upaya mengimplementasikan rencana yang sudah disusun dalam kegiatan nyata agar tujuan yang telah disusun tercapai secara optimal, ini yang dinamakan dengan metode. Metode digunakan untuk merealisasikan strategi yang telah ditetapkan. Dengan demikian, bisa terjadi satu strategi pembelajaran digunakan beberapa metode.
Oleh karena itu, strategi berbeda dengan metode. Strategi menunjuk pada sebuah perencanaan untuk mencapai sesuatu, sedangkan metode adalah cara yang dapat digunakan untuk melaksanakan strategi.
Istilah lain yang juga memiliki kemiripan dengan strategi adalah pendekatan (approach). Pendekatan dapat diartikan sebagai titik tolak atau sudut pandang kita terhadap proses pembelajaran. Istilah pendekatan merujuk kepada pandangan tentang terjadinya suatu proses yang sifatnya masih sangat umum. Oleh karenanya strategi dan metode pembelajaran yang digunakan dapat bersumber atau tergantung dari pendekatan tertentu.
Roy Killen (1998) menyatakan ada dua pendekatan dalam pembelajaran, yaitu pendekatan yang berpusat pada guru (teacher centred approaches) dan pendekatan yang berpusat pada siswa (student centred approaches).
Selain strategi, metode, dan pendekatan pembelajaran terdapat juga istilah teknik pembelajaran. Teknik adalah cara yang dilakuakan seseorang dalam rangka mengimplementasikan suatu metode.
Berdasarkan penjelasan di atas, maka dapat ditentukan bahwa suatu strategi pembelajaran yang diterapkan guru akan tergantung pada pendekatan yang digunakan, sedangkan bagaimana menjalankan strategi itu dapat ditetapkan berbagai metode pembelajaran. Dalam upaya menjalankan metode pembelajaran guru dapat menentukan teknik yang dianggap relevan dengan metode yang digunakannya.

C.           Pengertian Pembelajaran Aktif, Inovatif, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan (PAIKEM)
PAIKEM adalah singkatan dari Pembelajaran Aktif, Inovatif, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan. Pembelajaran , menunjuk pada proses belajar yang menempatkan peserta didik sebagai center stage performance. Pembelajaran lebih menekankan bahwa peserta didik sebagai makhluk berkesadaran memahami arti penting interaksi dirinya dengan lingkungan yang menghasilkan pengalaman adalah kebutuhan. Kebutuhan peserta didik adalah mengembangkan seluruh potensi kemanusiaan yang dimilikinya.
Agus Suprijono menjelaskan dalam bukunya yang berjudul Cooperative Learning Teori dan Aplikasi PAIKEM bahwa yang dimaksud dengan aktif dalam PAIKEM adalah pembelajaran harus menumbuhkan suasana sedemikian rupa sehingga peserta didik aktif bertanya, mempertanyakan, dan mengemukakan gagasan. Pembelajaran aktif adalah proses belajar yang menumbuhkan dinamika belajar bagi peserta didik.
Inovatif, maksudnya bahwa pembelajaran merupakan proses pemaknaan atas realitas kehidupan yang dipelajari. Makna itu hanya bisa dicapai jika pembelajaran dapat memfasilitasi kegiatan belajar yang memberi kesempatan kepada peserta didik menemukan sesuatu melalui aktivitas belajar yang dijalaninya.
Kreatif, maksudnya bahwa pembelajaran harus menumbuhkan pemikiran kritis, karena dengan pemikiran seperti itulah kreativitas bisa dikembangkan. Pemikiran kritis adalah pemikiran reflektif dan produktif yang melibatkan evaluasi bukti.
Efektif, maksudnya bahwa efektivitas pembelajaran merujuk pada berdaya dan berhasil guna seluruh komponen pembelajaran yang diorganisir untuk mencapai tujuan pembelajaran. Pembelajaran efektif memudahkan peserta didik belajar sesuatu yang bermanfaat.
Menyenangkan, maksud pembelajaran menyenangkan adalah pembelajaran dengan suasana yang dapat dirasakan oleh peserta didik bahwa proses belajar yang dialaminya bukan sebuah derita, melainkan berkah yang harus disyukurinya. Pembelajaran menyenangkan menjadikan peserta didik ikhlas menjalaninya.
 PAIKEM adalah pembelajaran bermakna yang dikembangkan dengan cara membantu peserta didik membangun keterkaitan antara informasi (pengetahuan) baru dengan pengalaman (penegtahuan lain) yang telah dimiliki dan dikuasai peserta didik.Peserta didik dibelajarkan bagaimana mereka mempelajari konsep dan bagaimana konsep tersebut dapat dipergunakan di luar kelas. Peserta didik diperkenankan bekerja secara kooperatif (Agus Suprijono, 2009 : X-XI).

D.           Menciptakan PAIKEM
Pembelajaran merupakan sesuatu yang kompleks dan melibatkan berbagai aspek yang saling berkaitan. Dalam pembelajaran, guru berhadapan dengan sejumlah peserta didik dengan berbagai macam latar belakang, sikap, dan potensi, yang semuanya itu berpengaruh terhadap kebiasaan dalam mengikuti pembelajaran.  Motivasi merupakan salah satu faktor yang dapat meningkatkan kualitas pembelajaran. Peserta didik yang memiliki motivasi yang tinggi akan belajar dengan sungguh-sungguh. Guru sebaiknya mampu membangkitkan motivasi peserta didiknya. Untuk membangkitkan motivasi peserta didik, guru juga sebaiknya mampu menciptakan PAIKEM.
Dijelaskan dalam whandi.net, bila guru akan menciptakan PAIKEM diperlukan berbagai keterampilan, di antaranya keterampilan mengajar. Keterampilan mengajar yang sangat berperan dan menentukan kualitas pembelajaran, yaitu:
1.    Keterampilan bertanya;  sangat perlu dikuasai guru untuk menciptakan pembelajaran yang efektif dan menyenangkan, karena hampir setiap tahap pembelajaran guru dituntut untuk mengajukan pertanyaan, dan kualitas pertanyaan yang diajukan guru akan menentukan kualitas jawaban peserta didik.
2.    Penguatan; merupakan respon terhadap suatu perilaku yang dapat meningkatkan kemungkinan terulangnya kembali perilaku tersebut. Penguatan bertujuan untuk meningkatkan perhatian peserta didik terhadap pembelajaran, merangsang dan meningkatkan motivasi belajar, meningkatkan kegiatan belajar, dan membina perilaku yang produktif.
3.    Mengadakan variasi; merupakan keterampilan yang harus dikuasai guru yang bertujuan meningkatkan perhatian peserta didik terhadap materi standar yang relevan, membei  kesempatan bagi perkembangan bakat peserta didik terhadap berbagai hal baru dalam pembelajaran, memupuk perilaku positif peserta didik dalam pembelajaran, serta memberi kesempatan kepada peserta didik untuk belajar sesuai dengan tingkat perkembangan dan kemampuannya. Variasi dapat dilakukan pada gaya mengajar, penggunaan media dan sumber belajar, pola interaksi, dan variasi dalam kegiatanpembelajaran.
4.    Menjelaskan; yaitu mendeskripsikan secara lisan tentang sesuatu benda, keadaan, fakta, dan data sesuai dengan waktu dan hukum-hukum yang berlaku. Penjelasan dapat diberikan selama pembelajaran, baik di awal, di tengah, maupun di akhir pembelajaran. Penjelasan harus bermakna dan menarik perhatian peserta didik dan sesuai dengan materi standard an kompetensi dasar.
5.    Membuka dan menutup pelajaran; merupakan dua kegiatan rutin yang dilakukan guru untuk memulai dan mengakhiri pelajaran. Membuka dan menutup pelajaran yang dilakukan secara professional akan member pengaruh positifterhadap kegiatan pembelajaran diantaranya adalah membangkitkan motivasi belajar, siswa memiliki kejelasan mengenai tugas-tugas yang harus dikerjakan, siswa memperoleh gambaran yang jelas mengenai pembelajaran yang akan berlangsung, siswa memahami hubungan antara pengalaman belajar yang lalu dengan yang akan dipelajari,.
6.    Membimbing diskusi kelompok kecil; bermanfaat agar siswa dapat berbagi informasi dan pengalaman dalam pemecahan suatu masalah, meningkatkan pengalaman terhadap masalah yang penting terhadap pembelajaran, meningkatkan keterampilan dalam perencanaan pengambilan keputusan, mengembangkan kemampuan berfikir dan berkomunikasi, membina kerja sama yang sehat dalam kelompok yang kohesif dan bertanggung jawab.
7.    Mengelola kelas; merupakan keterampilan guru untuk menciptakan iklim pembelajaran yang kondusif, dan mengendalikannya jika terjadi gangguan dalam pembelajaran. Hal-hal yang harus diperhatikan dalam pengelolaan kelas adalah kehangatan dan  keantusiasan,  tantangan, variasi, fleksibel, penekanan pada hal-hal positif, dan penanaman disiplin diri. Komponen keterampilan mengelola kelas adalah penciptaan dan pemeliharaan iklim pembelajaran yang optimal.
8.    Mengajar kelompok kecil dan perorangan; merupakan suatu bentuk pembelajaran yang memungkinkan guru memberikan perhatian terhadap setiap peserta didik, dan menjalin hubungan yang lebih akrab antara guru dengan peserta didik maupun antara peserta didik dengan peserta didik.

Penguasaan terhadap semua keterampilan mengajar di atas harus utuh dan terintegrasi, sehingga diperlukan latihan yang sistematis.       

E.           Penerapan PAIKEM dalam Proses Pembelajaran
Secara garis besar, PAIKEM dapat digambarkan sebagai berikut:
1.    Siswa terlibat dalam berbagai kegiatan yang mengembangkan pemahaman dan kemampuan mereka dengan penekanan pada belajar melalui berbuat.
2.    Guru menggunakan berbagai alat bantu dan berbagai cara dalam membangkitkan semangat, termasuk menggunakan lingkungan sebagai sumber belajar untuk menjadikan pembelajaran menarik, menyenangkan, dan cocok bagi siswa.
3.    Guru mengatur kelas dengan memajang buku-buku dan bahan belajar yang lebih menarik dan menyediakan “pojok baca”.
4.    Guru menerapkan cara mengajar yang lebih kooperatif dan interaktif, termasuk cara belajar kelompok.
5.    Guru mendorong siswa untuk menemukan caranya sendiri dalam pemecahan suatu masalah, untuk mengungkapkan gagasannya, dan melibatkan siswa dalam menciptakan lingkungan sekolahnya.
F.            Metode-Metode PAIKEM
Metode pembelajaran yang dapat dilaksanakan dalam PAIKEM sebenarnya cukup banyak. Guru dapat menciptakannya sendiri, disesuaikan dengan kondisi kelas maupun  kondisi siswa yang dihadapi oleh guru. Di bawah ini adalah contoh metode-metode PAIKEM yang dapat dijadikan alternatif  guru dalam mengajar kepada peserta didiknya.

1.    Think-Pair-Share
Seperti namanya “Thinking”, pembelajaran ini diawali dengan guru mengajukan pertanyaan atau isu terkait dengan pelajaran untuk dipikirkan oleh peserta didik. Guru member kesempatan kepada mereka memikirkan jawabannya.
Selanjutnya “Pairing” , pada tahap ini guru meminta kepada peserta didik berpasang-pasangan. Beri kesempatan pada pasangan-pasangan itu untuk berdiskusi. Diharapkan diskusi ini dapat memperdalam makna dan jawaban yang telah dipikirkannya melalui intersubjektif dengan pasangannya.
Hasil diskusi di tiap-tiap pasangan hasilnya dibicarakan dengan pasangan seluruh kelas. Tahap ini dikenal dengan “Sharing” . Dalam kegiatan ini diharapkan terjadi Tanya jawab yang mendorong pada pengonstruksian pengetahuan secara integratif. Peserta didik dapat menemukan struktur dan pengetahuan yang dipelajarinya.

2.    Numbered Heads Together
Pembelajaran dengan menggunakan metode Numbered Heads Together diawali dengan Numbering. Guru membagi kelas menjadi kelompok-kelompok kecil. Jumlah kelompok sebaiknya mempertimbangkan jumlah konsep yang dipelajari. Jika jumlah peserta didik dalam satu kelas terdiri dari 40 siswa dan terbagi menjadi 5 kelompok berdasarkan jumlah konsep yang dipelajari, maka tiap kelompok terdiri 8 orang. Tiap-tiap orang dalam tiap-tiap kelompok diberi nomor 1-8.
Setelah kelompok terbentuk guru mengajukan beberapa pertanyaan yang harus dijawab oleh tiap-tiap kelompok. Berikan kesempatan kepada tiap-tiap kelompok menemukan jawaban. Pada kesempatan ini tiap-tiap kelompok menyatukan kepalanya “Heads Together” berdiskusi memikirkan jawaban atas pertanyaan dari guru.
Langkah erikutnya adalah guru memanggil peserta didik yang memiliki nomor yang sama  dari tiap-tiap kelompok. Mereka diberi kesempatan memberi  jawaban atas pertanyaan yang telah diterimanya dari guru. Hal itu dilakukan terus hingga semua peserta didik dengan nomor yang sama dari masing-masing kelompok mendapat giliran memaparkan jawaban atas pertanyaan guru. Berdasarkan jawaban-jawaban itu guru dapat mengembangkan diskusi lebih mendalam, sehingga peserta didik dapat menemukan jawaban pertanyaan itu sebagai pengetahuan yang utuh.

3.    Two Stay Two Stray
Metode ini atau dapat disebut dengan metode dua tinggal dua tamu. Pembelajaran dengan metode ini diawali dengan pembagian kelompok. Setelah kelompok terbentuk guru memberikan tugas berupa permasalahan-permasalahan yang harus mereka diskusikan jawabannya.
Setelah diskusi intra kelompok usai, dua orang dari masing-masing kelompok meninggalkan kelompoknya untuk bertamu kepada orang yang lain. Anggota kelompok yang tidak mendapat tugas sebagai tamu mempunyai kewajiban menerima tamu dari suatu kelompok. Tugas mereka adalah menyajikan hasil kerja kelompoknya kepada tamu tersebut. Dua orang yang bertugas sebagai tamu diwajibkan bertamu kepada semua kelompok. Jika mereka telah usai menunaikan tugasnya, mereka kembali ke kelompoknya masing-masing.
Setelah kembali ke kelompok asal, baik peserta didik yang bertugas bertamu maupun mereka yang bertugas menerima tamu mencocokkan dan membahas hasil kerja yang telah mereka tunaikan.

4.    Guided Note Taking
Metode ini disebut juga metode catatan terbimbing, dikembangkan agar metode ceramah yang dibawakan guru mendapat perhatian siswa.
Pembelajaran diawali dengan memberikan bahan ajar misalnya berupa handout dari materi ajar yang disampaikan dengan metode ceramah kepada peserta didik. Mengosongi bagian-bagian yang penting sehingga terdapat bagian-bagian yang kosnong dalam   handout tersebut. Beberapa cara yang dapat dilakukan adalah mengosongkan istilah atau definisi dan menghilangkan beberapa kata kunci. Menjelaskan kepada peserta didik bahwa bagian yang kosong dalam handout memang sengaja dibuat agar mereka tetap berkonsentrasi mengikuti pembelajaran. Selama ceramah berlangsung peserta didik diminta mengisi bagian-bagian yang kosong tersebut. Setelah penyampaian materi dengan ceramah selesai, mintalah kepada peserta didik membacakan handoutnya.

5.    Snowball Drilling
Metode ini dikembangkan untuk menguatkan pengetahuan yang diperoleh peserta didik dari membaca bahan-bahan bacaan. Dalam penerapan metode ini, peran guru adalah mempersiapkan paket soal-soal pilihan ganda dan menggelindingkan bola salju berupa soal latihan dengan menunjuk/mengundi untuk mendapatkan seorang peserta didik yang akan menjawab soal nomor 1. Jika peserta didik yang mendapat giliran pertama menjawab soal nomor tersebut langsung menjawab benar, maka peserta didik itu diberi kesempatan menunjuk salah satu temannya menjawab soal nomor berikutnya yaitu soal nomor 2. Seandainya, peserta didik yang mendapat kesempatan menjawab soal nomor 1 gagal, maka peserta didik itu diharuskan menjawab soal nomor berikutnya dan seterusnya hingga peserta didik tersebut berhasil menjawab benar item soal pada suatu nomor soal tertentu.



Daftar Pustaka


Cooper, James M. 1990. Classroom Teaching Skill. Lexington, Massachusetts Toronto: D.C. Heath and Company.

Rooijakkers, Ad. 2003. Mengajar dengan Sukses. Jakarta: PT Gramedia Widiasarana Indonesia.

Sanjaya, Wina Dr., M.Pd. 2008. Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.

Suprijono, Agus. 2009. Cooperative Learning Teori dan Aplikasi PAIKEM. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.






  


SOAL METODOLOGI PEMBELAJARAN PAIKEM


1.    Perencanaan yang berisi tentang rangkaian kegiatan yang didesain untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu,  disebut….
A.   strategi
B.   metode
C.   pendekatan
D.   teknik

2.    Suatu upaya untuk mengimplementasikan rencana yang sudah disusun dalam kegiatan nyata agar tujuan yang telah disusun tercapai secara optimal, disebut….
A.   strategi
B.   metode
C.   pendekatan
D.   teknik

3.    Bila peserta didik sudah dapat merasakan bahwa proses belajar yang dialaminya merupakan berkah yang harus disyukuri dan peserta didik dapat ikhlas menjalaninya, berarti pembelajaran yang dilakukan peserta didik tersebut merupakan pembelajaran ….
A.   aktif
B.   inovatif
C.   efektif
D.   menyenangkan

4.    Dalam pembelajaran PAIKEM, seorang guru harus memiliki keterampilan mengajar. Bila guru terampil merespon terhadap suatu perilaku peserta didik yang dapat meningkatkan kemungkinan terulangnya kembali perilaku tersebut. Berarti guru sudah memiliki keterampilan mengajar bagian ….
A.   memberi  penguatan
B.   mengadakan variasi
C.   mengelola kelas
D.   membuka pelajaran

5.    Keterampilan guru untuk menciptakan iklim pembelajaran yang kondusif dan mengendalikannya jika terjadi gangguan dalam pembelajaran. Berarti guru sudah memiliki keterampilan mengajar bagian….
A.   memberi penguatan
B.   mengadakan variasi
C.   mengelola kelas
D.   membuka pelajaran

6.    Peserta didik kurang memiliki kemauan untuk belajar dan sering membolos terutama untuk mata pelajaran yang menurut mereka sulit atau menyulitkan.
Faktor yang paling dominan agar dapat meningkatkan kualitas pembelajaran peserta didik  untuk kasus di atas adalah….
A.    teman
B.   motivasi
C.   lingkungan
D.   keluarga

7.    Untuk menciptakan pembelajaran yang kreatif dan menyenangkan, guru juga harus kreatif, professional, dan menyenangkan denganmemposisikan diri sebagai….
A.   pimpinan
B.   ketua
C.   kepala sekolah
D.   orang tua

8.    Pernyataan di bawah ini adalah hal-hal yang perlu dilakukan guru pada saat membuka pelajaran secara profesional, kecuali….
A.   Menghubungkan materi yang telah dipelajari dengan materi yang akan disajikan.
B.   Memberikan post test baik secara lisan, tulisan, maupun perbuatan.
C.   Menyampaikan tujuan (kompetensi dasar) yang akan dicapai.
D.   Mendayagunakan media dan sumber belajar yang sesuai dengan materi yang akan disajikan.

9.    Pembelajaran diawali dengan guru memberikan bahan ajar yang bagian-bagian tertentunya kosong. Siswa ditugaskan untuk mengisi bagaian-bagian yang kosong tersebut.
Metode PAIKEM yang dilakukan oleh guru dalam pembelajaran tersebut adalah….
A.   Think-Paire-Share
B.   Numbered Heads Together
C.   Guided Note Taking
D.   Snowball Drilling

10. Guru menggelindingkan bola salju berupa soal latihan dengan menunjuk seorang peserta didik yang akan menjawab soal tersebut. Jika peserta didik yang mendapat giliran langsung menjawab benar, maka peserta didik tersebut mendapat kesempatan menunjuk temannya menjawab soal berikutnya. Jika peserta didik gagal, maka wajib  menjawab soal berikutnya dan seterusnya sampai berhasil menjawab soal tertentu.
 Metode PAIKEM yang dilakukan oleh guru dalam pembelajaran tersebut adalah….
A.   Think-Paire-Share
B.   Numbered Heads Together
C.   Guided Note Taking
D.   Snowball Drilling


Kunci Jawaban
1.    A. strategi
2.    B. metode
3.    D. menyenangkan
4.    A. memberi  penguatan
5.    C. mengelola kelas
6.    B. motivasi
7.    D. orang tua
8.    B. memberikan post test baik secara lisan, tulisan, maupun perbuatan.
9.    C.Guided Note Taking
10. D. Snowball Drilling Mau download ? Klik disini ! Download
M