Senin, 21 April 2014

Rama Kyai Haji Achmad Mustholih Badawi





                Hadlrotu As-Syeih Rama Kyai Haji Achmad Mustholih Badawi ( alm ).
Pengasuh Pon-Pes Al-Ihya 'Ulumaddin Kesugihan 01 Kec. Kesugihan, Kab. Cilacap Prop. Jawa Tengah

Jumat, 11 April 2014

KIAT-KIAT MEMBANGUN KEPERCAYAAN oleh K.H. Abdullah Gymnastiar



Sebelum Nabi Muhammad saw dikukuhkan menjadi seorang Rasul beliau sudah sangat populer di tengah masyarakat kota Mekkah dengan gelar al-Amin yaitu orang yang sangat terpercaya (amanah/kredibel). Gelar ini baik sebelum maupun sesudahnya tidak pernah ada lagi.
Sungguh dahsyat pengaruh suatu kepercayaan dan luar biasa pentingnya untuk kesuksesan karir kehidupan di dunia maupun di akhirat, jah melampaui modal harta benda, kedudukan, jabatan, atau ilmu sekalipun. Ketika kepercayaan sudah sirna di hati orang lain, sulit sekali ntuk tumbuh, walaupun dengan berjuta janji atau membayar dengan harta sebanyak apapun, jikalau kepercayaan di hati orang sudah hilang maka perasaan yang muncul selalu mencurigai dan rasa tidak percaya diri akan selalu membayang dan membekas.
Berikut ini sekelumit uraian yang isya Allah akan menumbuhkan dan memperkuat kepercayaan seseorang.
A. Kejujuran yang terbuktu dan teruji
Kejujuran adalah perilaku kunci yang sangat efektif untuk membangun kepercayaan (kredibilitas), begitu pula bila sebaliknya dapat menghancurkan kehidupan seseorang.
Biasakanlah selalu jujur dimulai dari hal yang paling sederhana dan kecil sekalipun, walaupun terhadap anak kecil, karena sesunggunya Allah menilai perilaku kita, yakinlah tak akan pernah untung sama sekali dengan ketidakjujuran selain kerugian yang mendera dan menghancurkan, sudah terlalu banyak bukti di sekitar kita untuk dijadikan pelajaran.
  1. Jangan sekali-kali berbohong atau terpancing untuk menambah omongan sehinga menjadi dusta walau dalam gurauan sekalipun.
  2. Jangan pernah mudah membuat janji, pastikan setiap janji yang diucapkan sudah diperhitungkan matang-matang, dan berusaha keraslah untuk memenuhi janji.
  3. Tepat waktulah dalam segala hal, jangan terlambat atau gemar menunda-nunda atau mengakhirkan.
  4. Biasakanlah memiliki data dan fakta yang jelas, dan bersikaplah terbuka.
  5. Milikilah kemampuan dan kesungguhan mengevaluasi diri, dan segera perbaiki diri begitu ditemukan kesalahan serta bertanggungjawablah dengan sungguh-sungguh dan tulus.
  6. Jangan pernah patah semangat bila didapati masa lalu kita pernah atau banyak keidakjujuran.
B. Cakap
Komponen kedua yang tak kalah pentingnya adalah kehandalan dan kecakapan kita dalam melaksanakan tugas. Walaupun sangat dikenal dan teruji kejujurannya tapi kalau dalam melaksanakan tugas sering berbuat lalai dan kesalahan maka hal ini pun akan merontokkan kredibilitas.
  1. Kunci utamanya adalah secara sadar kita harus selalu belajar, melatih diri, mengembangkan kemampuan, wawasan serta keterampilan kita secara sistematis dan berkesinambungan, sehingga selalu memiliki kesiapan yang memadai untuk melaksanakan tugas.
  2. Awalilah selalu dengan membuat perencanaan yang baikdan persiapan yang matang, gagal dalam merencanakan sama dengan merenacnakan kegagalan.
  3. Jangan lupa selalu check and recheck, tak boleh kita melakukan sesuatu tanpa cek ulang, sangat banyak peluang kesalahan atau kegagalan yang terselamatkan dengan sikap yang selalu mengadakan pengecekan ulang.
  4. Laksanakan segala sesuatu dengan kesungguhan, sikap yang hati-hati dan cermat, jangan anggap remeh kelalaian dan kecerobohan karena semua itu biang kesalahan dan kegagalan.
  5. Selalu sempatkan untuk evaluasi dari setiap tahapan apapun yang kita lakukan, percayalah merenung sejenak untuk mengevaluasi membuat karya kita akan semakin bermutu.
  6. Nikmatilah dengan menyempurnakan apa yang bisa dilakukan, jangan pernah puas dengan setengah-setengah, jangan pula puas dengan 90%, kalau kita bisa menyempurnakannya, mengapa tidak?
C. Inovatif
Segala sesuatu yang ada selalu berubah, di dunia ini tidak ada sesuatu apapun yang tidak berubah, satu-satunya yang tetap adalah perubahan itu sendiri, oleh karena itu siapa pun yang tidak menyiapkan diri untuk menghadapi perubahan maka dia akan tergilas kalah oleh perubahan tersebut.
Maka jelaslah sudah yang dimaksud dengan sabda Rasulullah bahwa orang yang hari ini sama dengan hari kemarin adalah orang yang merugi karena berarti tak ada kemajuan dan tetinggal oleh perubahan, orang yang hari ini lebih buruk dari hari kemarin dianggap orang yang celaka, karena berarti akan tertinggal jauh dab sulit mengejar, satu-satunya pilihan bagi orang yang beruntung adalah hari ini harus lebih baik dari hari kemarin, berarti harus ada penambahan sesuatu yang bermanfaat, inilah sikap perubahan yang diharapkan selalu terjadi pada seorang muslim, sehingga tidak akan pernah tertinggal, dia selalu antisipatif terhadap perubahan, dan selalu siap menyikapi perubahan.
Berikut ini beberapa anjuran agar kita dapat selalu mengembangkan kemanpuan kreatif kita:
  1. Banyak membaca dan menulis.
  2. Banyak berdiskusi dan bertanya.
  3. Banyak melihat (mengadakan studi banding).
  4. banyak merenung (tafakur).
  5. Banyak berbuat dan mencoba.
  6. Banyak beribadah dan berdo'a.
Mudah-mudahan kegighan diri kita, menjaga agar karir hidup ini menjadi orang bersih, terbuka, ujur terpercaya yang dilakukan dengan tulus karena Allah semata. Selamat berjuang saudaraku sekalian, cukuplah Allah sebagai satu-satunya tujuan, pelindung, tumpuan harapan dan satu-satunya penolong kita semua.
Wallahu a'lam bishshawab.

Investasi Dunia dan Akhirat

 MUTIARA HADITS 

«{Investasi Dunia dan Akhirat}»

             Abu Fauzan Usamah Al Junaedy.

Apakah yang menjadi bagian dari Investasi Dunia dan Akhirat..?

Jawaban singkatnya adalah sebagai berikut:
1. Ilmu Dienul Islam yang bermanfaat.
2. Anak sholeh yang selalu mendoakan ortunya.
3. Shodaqoh Jariyah.

Ketiga hal tersebut adalah bagian dari Investasi Amal Sholeh yang bermanfaat bagi seorang Hamba Alloh walaupun ia sudah di alam kubur.

Mari Kita Simak Ucapan Rosululloh Shollallohu 'Alaihi wa Sallam:

إِذَا مَاتَ الْإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثَةٍ مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ وَعِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ وَوَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ

“Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara (yaitu):

1. Shodaqoh Jariyah,
2. Ilmu yang dimanfaatkan,
3. Dan Anak Sholeh yang Mendoakan”
(HR. Muslim no. 1631)

Faedah dari hadits di atas:

 Manusia pasti akan Mati..!! Dan Amalannya akan terputus.
Dari sini menunjukkan bahwa seorang muslim hendaklah memperbanyak amalan sholeh sebelum ia meninggal dunia.

 Alloh menjadikan hamba sebab sehingga setelah meninggal dunia sekali pun ia masih bisa mendapat pahala, inilah karunia Alloh.

 Amalan yang masih terus mengalir pahalanya walaupun setelah meninggal dunia, di antaranya:

 Shodaqoh Jariyah, seperti Membangun Masjid, Membangun Sekolah Gratis, Menbangun Panti Yatim, Membuat sumur Umum, Mencetak buku yang bermanfaat serta berbagai macam wakaf dan Hibah yang dapat dimanfaatkan Ummat Islam untuk ibadah.

 Ilmu yang bermanfaat, yaitu ilmu Syar’i (ilmu agama) yang Ia ajarkan pada orang lain dan mereka terus amalkan, atau Ia menulis buku agama yang bermanfaat dan terus dimanfaatkan setelah ia meninggal dunia.

 Anak yang Sholeh, karena anak sholeh itu hasil dari kerja keras orang tuanya.

Oleh karena itu, Islam amat mendorong seseorang untuk memperhatikan pendidikan anak-anak mereka dalam hal agama, sehingga nantinya anak tersebut tumbuh menjadi anak sholeh.

Dari ketiga point diatas adakah yang sudah Kita Siapkan dan Kerjakan..??

Harus mulai berfikir.. Kalau Sekarang atau Besok Kita Meninggal Dunia.. Mau Bawa Bekal Apa..??

Selasa, 25 Maret 2014

Tawakal ( Berserah diri kepada Alloh Swt.

Nabi bersabda:

Seandainya kalian bertawakal kepada Allah dengan sebenar2 tawakal,sungguh Allah akan memberi rizki seperti rizkinya burung, pagi dalam keadaan perutnya kosong,sore dalam keadaan kenyang
(HR Tirmidzi no:2513)

Banyak orang menyangka rizki itu berasal dari keturunan, ilmu, jabatan dan uang. sehingga mereka kurang tawakal ( berserah diri ) kepada Allah. Mari kita tingkatkan ketawakalan kita kepada Allah dengan disertai usaha dan berdoa kepada Alloh Swt. semoga Rizkinya banyak, halal, thoyiban, barokah, manfaat baik didunia maupun di akhirat kelak.

Jumat, 14 Maret 2014

Do'a Minta Petunjuk dan Kemudahan



Do'a  Minta Petunjuk dan Kemudahan
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
اَللّٰهُمَّ شَهِّلْ قُلُوْبَنَا كُلُّ سِرِّيْ رَبِّ يَسِرْ بِرَحْمَتِكَ يَااَرْحَمَ الرّٰحِمِيْنَ
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
اَللّٰهُمَّ نَوِّرْ قَلْبِيْ بِنُوْرِ هِدَايَتِكَ كَمَا نَوَّرْتَ الْاَرْضَ بِنُوْرِ شَمْسِكَ اَبَداً اَبَداً بِرَحْمَتِكَ يَااَرْحَمَ الرّٰحِمِيْنَ
 
                                                Di amalkan tiap-tiap ba’da Sholat 5 waktu

Kamis, 06 Maret 2014

Mendoakan orang Sakit

اللّهُمَّ رَبَّ النَّاسِ اَذْهِبِ الْبَأْسَ اشْفِ فَأَنْتَ

الشَّافيِ لاَ شِفَاءَ إِلاَّ شِفَاؤُكَ شِفَاءً لاَ يُغَادِرُ

سَقَماً

ALLAHUMMA ROBBANNAS ADZHIBILBA' SA ISYFI ANTASYSYAFI LA SYIFAUKA SYIFA' AN LA YUGHODIRU SAQOMA .

Artinya ;

“Ya Allah Wahai Tuhan segala manusia, hilangkanlah penyakitnya, sembukanlah ia. (hanya) Engkaulah yang dapat menyembuhkannya, tidak ada kesembuhan melainkan kesembuhan dariMu, kesembuhan yang tidak kambuh lagi.” ( HR. Bukhori Muslim)
Suka · 2 · Lainnya · 3 Maret pukul 15:40

Cerita Soal pertanyaan Guru ke Siswa-siswinya

Cerita guru SD,

Guru SD memberi soal ke siswa  satu pertanyaan yang hanya di dikte, siswanya disuruh nulis soal dan dikerjakan.
Soal :

1. Apa yang di sebut anak kandung ?

Semua jawaban siswa benar semua, kecuali satu siswa yang jawabannya berbeda alias salah. Jawabannya yaitu " Belo "

Sang guru, bergumam, kok " belo ". setelah soal di cek, ternyata soal yang di tulis siswa yg jawabannya belo tersebut, soalnya adalah : Apa yg di sebut anak Kuda ?

Akhirnya sang guru pun hanya tersenyum simpul, dan membenarkan jawabannya.

Kisah Nyata.