Rabu, 23 April 2014

PONDOK PESANTREN AL IHYA ULUMADDIN CILACAP

http://alhikmahdua.net/pondok-pesantren-al-ihya-ulumaddin-cilacap/



Posted by: Pondok Pesantren Al -Hikmah 2 24 October, 2010 in Khazanah

Pondok pesantren ini tepatnya berada di desa Kesugihan, kecamatan Kesugihan, kabupaten Cilacap dengan areal tanah seluas 4 Ha. Kehadiran pondok pesantren ini dilandasi dengan semangat keagamaan untuk berdakwah serta mencerdaskan kehidupan bangsa yang ditindas oleh penjajahan Belanda. Tepatnya 24 November 1925/1344 H, seorang tokoh ulama KH Badawi Hanafi, mendirikan pondok pesantren di desa Kesugihan. Ia menfaatkan musalla peninggalan ayahnya KH. Fadhil, untuk mengawali perintisan pesantren. Musalla atau langgar tersebut dikenal dengan nama “ Langgar Duwur “.
Pada awalnya, pondok pesantren ini dikenal dengan nama pondok pesantren Kasugihan. Pada 1961, pondok pesantren ini berubah nama menjadi pendidikan dan berubah nama menjadi pendidikan dan pengajaran agama islam ( PPAI ). Dan pada 1983, kembali berubah nama menjadi podok pesantren Al Ihya Ulumaddin. Perubahan nama dilakukan oleh KH Mustholih Badawi, putra KH Badawi. Perubahan itu dilakukan untuk mengenang alamarhum ayahnya yang sangat mengagumi pemikiran Al Ghozali tentang pembaharuan islam.
Pesantren Al Ihya Ulumaddin kesugihan secara ekonomis berada di wilayah masyarakat plural. Mereka terdiri dari nelayan, pedagang, petani, wiraswasta, dan pegawai negeri. Dari segi geografis, lokasi pesantren dekat dengan pusat kota. Kondisi demikian tentu banyak mempengaruhi proses perubahan social didalam tubuh pesantren, meskipun mereka tetap berusaha menjaga dan mempertahankan tradisi keagamaan yang mempunyai nilai-nilai luhur. Keseimbangan itu bisa tercipta, karena masih adanya pengaruh kharismatik para kyai diwilayah yang dikenal “ Kota Santri “.
Melihat letak geografis semacam itu, maka pondok pesantren Al Ihya Ulumaddin dalam ikut mengembangkan masyarakat sekitar, lebih banyak meggunakan pendekatan agraris dan kelautan. Hal ini tentu agar kehadiran pesantren lebih optimal dalam memainkan peranan sebagai agen pembangunan.
KH Mustholih Badawi wafat pada tahun 1998. Kepemimpinan pondok pesantern diteruskan oleh adiknya yaitu KH Chasbullah Badawi dan putranya. KH Imdurrahman Al Ubudi serta keluarganya. Mereka tergabung dalam “Dewan pelaksana Kyai “.
Secara lengkap Pengasuh Pondok pesantren Al Ihya Ulumaddin yaitu ;
sebagai pengasuh dan pimpinan pondok : KH Chasbullah badawi
pimpinan pelaksana harian : H Muhammad Suhud Muhson
dewan asatidz/asatidzah :
a. Dewan asatidz bidang kepesantrenan 75 orang
b. Dewan asatidz bidang kemadrasahan 52 orang
c. Dewan asatidz Madarasah Diniyah 31 orang

Kegiatan pendidikan
Sebagaimana umumya produk pesantren Al Ihya Ulumaddin memiliki ciri khas sebagai pesantren salafiyah. Pesantren ini mewajibkan kepada santrinya untuk mempelajari kitab-kitab kuning. Namun pesantren ini juga menyelenggarakan pendidikan pormal baik yang mengacu pada kurikulum departemen Agama maupun departemen pendidikan nasional.
Pesantren Al Ihya Alamuddin menyelenggarakan pendidikan pormal sebagai berikut.
1. Taman kanak kanak dengan jumlah 224 siswa.
2. Madrasah Ibtidaiyah 2.300 siswa.
3. SLTP, 2.514 siswa.
4. Mts, 1.192 siswa.
5. SMU, 527 siswa.
6. Madrasah Aliyah, 630 siswa.
7. SMK TELKOM, 107 siswa.
8. Institut islam Al Ghozali, kurang lebih 1.500 mahasiswa.
    Sekarang sudah menjadi Unifersitas

Pendidikan ini juga menyelenggarakan pendidikan non pormal sebagai berikut :
1. Madrasah diniyah dengan jumlah siswa 350 orang.
2. Majlis Ta’lim yang terdiri dari :
• Pengajian kliwonan ( lima hari sekali )
• Pengajian selasanan ( setiap satu minggu sekali )
• Pengajian jumat kliwon ( setiap selasa pon sekali )
 . pengajian malam  minggu kliwon untuk para alumni ( membahas tentang ilmu tasawuf )

Pondok pesantren Al Ihya Ulumaddin menyiapkan dan membekali santrinya tidak saja dengan ilmu-ilmu agama saja, tetapi juga ketrampilan yang berguna bagi pengembangan masyarakat hal ini untuk menepis aggapan bahwa santri agak kelak, apaila kembali kemasayarakat siap mempelopori bidang-bidang pembangunan lainya. Adapun ketrampilan yang diberikan meliputi ; pelatihan menejemen koprasi, jahit menjahit: pelatihan ( santri wanita ), pertukaran, perbengkelan, mengukir, menejemen pertanian dan kewirausahaan.

Pemberdayaan
Sebagai agen pembangunan, pesantren tak hanya asik dengan dirinya sediri. Sebagai komunitas yang menyatu kepada masyarakat, tak jarang mereka tampil kedepan untuk mempelopori berbagai bentuk kegiatan pemberdayaan masyarakat sekitarnya. Sebagaimana pondok pesantren Al Ihya Ulumaddin sebagai lembaga pendidikan, pesantren ini tidak hanya peduli terhadap masalah agama saja, tetapi juga masalah-masalah kemasyarakatan. Adapun bentuk pemberdayaan yang sering dilaksanakan oleh pondok pesantren dibidang ekonomi meliputi :
1. Kopontren Al Ihya sebagai pusat pengembangan perekonomian pesantren yang menyediakan kebutuhan sehari-hari santri.
2. Simpan pinjam
3. Lahan pertanian seluas 7,5 Ha sebagai lahan pertaniaan santri
4. Unit pembuatan kapal nelayan untuk melayani kebutuhan nelayan cilacap
5. Mini Market
6. Unit perawatan Al Ihya

Dalam bidang pengembangan masyarakat pondok pesantren ini mengembangkan beberapa lembaga :
1. Pembinaan dan pengelolaan pusat informasi pesantren ( PIP )
2. Penerbitan bulletin berkala “ AL Ihya “
3. Membina dan mengelola majalah dinding untuk untuk santri
4. membentuk “ forum kajian ilmiyah keagamaan dan sosial kemasyarakatan “ sebagai sarjana muslim dan kyai muda
5. bekerjasama dengan produk pesantren kesugihan mendirikan “ Pusat informasi keluarga masalah “ dengan aktifitasnya antara lain :
a. konsultasi keluarga sakinah
b. pelayanan ibu hamil
c. pelayanan gizi anak balita
d. palayanan kesehatan/politaknik

Tidak ada komentar:

Posting Komentar